Menurut pendapat yang mewajibkan zakat perdagangan, nishab dan ukuran zakatnya sama dengan nishab dan ukuran zakat emas.

Ketentuan :

–          Telah mencapai haul (harta yang dimiliki selama satu tahun)

–          Mencapai nishab setara dengan 85gr emas murni

– Besar zakat 2,5%

– Dapat dibayar dengan barang atau uang

– Berlaku untuk perdagangan untuk individu atau badan usaha (CV, PT dll)

– Cara hitung zakat perdagangan : ((modal yang diputar + keuntungan + piutang yang dapat dicairkan) – (utang – kerugian )) x 2,5%

Misalnya: Seorang pedagang menjumlah barang dagangannya pada akhir tahun dengan jumlah total sebesar Rp. 200.000.000 dan laba bersih sebesar Rp. 50.000.000. Sementara itu, ia memiliki hutang sebanyak Rp. 100.000.000. Maka perhitungannya sebagai berikut:

Modal – Hutang:

Rp. 200.000.000 – Rp. 100.000.000 = Rp. 100.000.000

Jadi jumlah harta zakat adalah:

Rp. 100.000.000 + Rp. 50.000.000 = Rp. 150.000.000

Zakat yang harus dibayarkan:

Rp. 150.000.000 x 2,5 % = Rp. 3.750.000

dikutip dari beragam sumber

Advertisements