Dalam buku 125 Masalah Zakat karya Al-Furqon Hasbi disebutkan bahwa awal Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, zakat belum dijalankan. Lantas kapankah kewajiban zakat itu dijalankan?.
Perintah mengeluarkan zakat dalam Islam itu melalui 3 fase :
Fase pertama: Perintah zakat telah ada dari semenjak masa Rasulullah saw masih di Makkah. Hanya saja, belum ada ketentuan spesifik terkait dengan waktu dan waktu kadarnya. Penjelasan ini bisa dilihat pada tafsir Ibnu Katsir pada ayat 20 surah Al-Muzzammil.
Fase Kedua adalah : zakat fitrah atau Shadaqathul fitrah (zakat memberi makan) yang diperintahkan pada tahun kedua Hijriah setelah perintah puasa. Hal ini berdasarkan pada hadits, “Rasulullah saw memerintahkan kepada kami untuk mengeluarkan shadaqatul fithr (zakat fitrah) sebelum perintah zakat (zakat harta). “ (HR Nasa’i). Fase kedua ini terjadi pada tahun ke-2 Hijriah menurut para ulama atau 662 M.
Fase Ketiga: Perintah zakat harta sebagai penambah zakat fitrah yang telah diperintahkan sebelumnya. Sebagian ulama berpendapat bahwa perintah ini juga pada tahun kedua. Ibnu Katsir menjelaskan hal ini pada tafsir surah Al-An’am ayat 141: (Dan berikanlah haknya pada hari ketika panennya). Kata , haknya (haqqahu), sebagian besar ulama tafsir adalah zakat wajib. Demikian pula, hal ini bisa dilihat pada tafsir Al-Qurthubi tentang ayat 141 dari surah Al-An’am.

Sebagai kesimpulan: perintah zakat telah ada dari semenjak Rasulullah saw masih di Mekah. Hanya saja, belum ada ketentuan spesifik terkait dengan takaran dan nilai yang harus dikeluarkan. Zakat tersebut adalah zakat harta. Selenjutnya, ketika Rasulullah saw hijrah, pada tahun ke2 dan setelah Ramadhan Allah swt perintahkan zakat fitrah. Selanjutnya Allah swt perintahkan mengeluarkan zakat harta dengan ketentuan lebih spesifik seperti yang kita kenal saat ini. Untuk referensi, bisa dilihat di : Tarfsir Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qurthubi, Tafsir Ath-Thabari dan yang lainnya.

Bila kita kaji sejarah zakat, ternyata syariat zakat harta itu telah ada dari semenjak nabi Ismail. Allah swt menjelaskannya pada surah Maryam, ayat : 55. Penjelasannya dapat kita temukan dalam kitab-kitab tafsir di atas.

dikutip dari beragam sumber

Advertisements