Suatu Cerita ada Seorang pemuda yang datang ke seorang ahli hikmah disuatu negeri. Ia datang seorang diri untuk menemui ahli hiKmah itu. Dengan susah payah ia akhirnya dapat berjumpa dengan seorang hali hikmah itu. dalam perjumpaannya ia langsung menanyakan suatu hal yang selama ini mengganggunya ” ya Syekh (ia meneyebutnya) mengapa selama ini ketika saya membaca Al-Quran saya tidak paham akan maksud-maksud kandungan didalamnya”

Kemudian sang hali hikmah itu menjawab dengan ringan ” coba kamu ambil kerangjang yang bolong-bolong dan bekas dari bermacam-macam kotoran di kandang sapi belakang rumah ini, lalu jadikan keranjang yang kotor dan bau itu sebagai timbaan air di sumur, tanpa berfikri panjang sang pemuda pun langsung melaksanakan perintah sang ahli hikmah tersebut. Selang beberapa waktu sang pemuda itu pun mengeluh kepada sang hali hikmah, “wahai sekh saya sudah lelah tetapi tak ada seember pun air yang kudapatkan”

Sang ahli hikmah itu pun langsung menemui pemuda itu dan mengucapkan “ya begitulah kamu. ketahuilah wahai anak muda bahwa sumur itu ibaratkan Al-Quran dan keranjang kotor dan bau itu adalah hati manusia yang penuh dengan dosa dan kemaksiatan sedangkan keranjang yang bolong itu pula diibaratkan sebagai pemahamanmu akan Al-Quran, walaupun kamu belum bisa memahami Al-Quran tetapi ketuhilah bahwa Al-quran itu bisa membersihkan segala bentuk kotoran di hatimu sebgaimana kau lihat keranjang bolong dan bau itu setelah kau masukan ke dalam sumur itu, ia memamang tidak bisa menampung air tetapi ia dapat membersihkan segala kotoran yang ada di keranjang itu.

“jangan ada kata-kata buat apa baca quran kalau gak paham maksudnya”

Tetap terus belajar memahami Al-Quran

karena urusan memberikan pemahaman atau tidak kepada mu hanyalah Allah.

Advertisements